well, since i haven´t written for quite a long time, i´ll try to
write in Bahasa Indonesia first. My English is obviously so bad now.
How's life CL? well, I'd say, life is treating me well. I have more than enough. At least that is what I always say to myself.
Dengan
maraknya berbagai jenis media sosial yng
bermunculan belakangan ini, kehidupan sosial juga ikut berkembang dan
berubah. Berubah dengan catatan positif maupun negatif. Positifnya,
komunikasi dengan teman2 tidak akan mengalami kesulitan, tidak ada lagi
alasan ´I don´t have their phone numbers so that we lost contact at the
end´. Hello, tinggal unduh (sihiiyyyy, bahasanya itu loh. unduh bro!)
dan ketik nama orang yg mau dicari. Saya pribadi tidak terlalu mengikuti
jaman. Di saat semua orang sudah ada profil facebook, saya dengan
terpaksa ikut buat pada saat tamat SMA dengan alasan mau membagi foto2
narsis pas hari terakhir sekolah. Sama halnya dengan media sosial
Whatsapp, Line, Instagram, dlsb. Setelah saran dan kritik dari teman2
akhirnya baru deh ikut eksis. Walaupun kalau kata anak jaman sekarang,
uda basi bro! I still used MSN when people are using whatsapp at that
time. Media sosial yg lagi booming saat ini adalah instagram dan
snapchat. well, idk how snapchat exactly works and i do not have it. so
yeah, hanya dengar2 dari teman saja sih.
Hal2 positif yang
ditawarkan media sosial menurut saya pribadi adalah, gampang menemukan
kembali teman2 yang cukup lama tidak kelihatan. Berbagai informasi
seputar kampung halaman juga sudah di unggah (sihiyyy..) di medsos.
memudahkan kegiatan menjual dan membeli barang walaupun harus tetap
berhati2 karena banyaknya penipuan.
Dari sisi
negatifnya, sifat basis manusia yang tidak pernah puas akan dilatih
dsini. Membanding2kan diri sendiri dengan orang lain, sering timbul rasa
kekecewaan terhadap diri sendiri kenapa yang ini bisa sesukses itu dan
mempunyai segalanya, yang itu sungguh beruntung, yang ini itu dlsb.
Membanding2kan tidak mengenal jalan buntu, terus aja ada jalannya. Kalau
kata orang tua, di atas langit masih ada langit. Alhasil, medsos
berperan serta dalam kenaikan angka kriminalitas, orang2 yang stres,
dlsb.
Well, not be be naive, saya sendiri juga pernah
mengalami kondisi ´kecewa´terhadap diri sendiri ketika saya melihat
teman2 saya sudah bekerja semua dan waktu itu saya masih berstatus
mahasiswa. but hey, even my mother herself told me that it´s simply not
the time for me. When the time has come then I am supposed to do what I
have to do. I respect her and her words are proven to be true. Ketika
melihat kembali perbuatan saya, saya merasa bodoh! Mengapa harus kecewa
dengan diri sendiri? walaupun waktu itu saya masih mahasiswa, saya sudah
bisa mandiri. Saya bekerja part-time dan membiayai hidup saya sendiri.
Saya menabung dan bisa mengunjungi negara2 yang belum pernah saya
kunjungi, yang notabene-nya wallpaper yang hanya saya bisa liat di
handphone ataupun komputer. Menjadi mahasiswa dan bekerja part-time
secara bersamaan adalah hal yang tidak mudah. sering kali setelah pulang
kerja malam2, saya masih harus belajar dan belum lagi deadline tugas.
Menangis tengah malam bukanlah hal yang aneh lagi. But, it would be a
great story to tell to my grandchildren later. hahahahhaa.
Kesimpulannya, saya selalu ngedoktrin diri saya, I do not lack of
anything, I have more than enough, I wake up every morning, I breathe
and I walk.
Do not believe what you see. You do not
know how they live ther lives. Ibarat ´no-make-up make up´. do you get
it? Apapun ituuuuuu, saya akan sering2 menulis dan membuat blog ini
aktif kembali. Dengan menulis, saya merasa saya lebih menghargai diri
saya sendiri. who else will repect you other than you yourself?
Tulisannya uda panjang amet nih. gotta stop it here. will write about my
daily life on the next update. See ya
Sabbe satta bhavantu sukkhitata. saddhu saddhu saddhu
No comments:
Post a Comment